Gila hal yang pernah terjadi dan tidak mau lagi ngalamin eh malah kejadian lagi,. ketindihan atau sleep paralysis emang sangat menakutkan lebih menakutkan dari pada ketemu polisi saat ga peke helm di simpangan jalan yang banyak orang ga pake helm juga karena mereka ga bawa motor.
kejadian ini bermula ketika kakak perempuan gue yang sering gue panggil teteh, te-te-h pake H yah,..jangan sampe di buang H nya, nginep di rumah gue tepatnya rumah orang tua gue, teteh gue tidur di kamar gue, karena ga ada kamar lagi, sedangkan gue tidur di kursi ruang tengah. Sekitar jam 11.00 malem gue udah tidur nyenyak, tapi jam 01.00 we i be, gue terbangun karena ada makhluk tuhan penghisap darah berkeliaran dengan suara yang sangat mengganggu dan curangnya mereka keroyokan, dan makhluk tersebut kadang gue sebut Anjing, kadang gue sebut setan kadang gue sebut babi, tapi kebanyakan orang-orang bilang mereka adalah nyamuk. makhluk tersebut tidak ada kapok-kapoknya menggaggu gue padahal sudah banyak korban berjatuhan dengan darah bercucuran, cukup lama juga gue perang sama tuh makhluk, sampai-sampai tidak terasa sudah 3 jam gue tidak tertidur, tapi gue tidak terlalu menyalahkan tuh makhluk, gue berpikir mungkin gue salah posisi tidurnya, nah gue coba lah ganti haluan yang tadinya kelapa gue menghadap ke timur sekang gue ganti dengan arah sebaliknya, dan disinilah mala petaka terjadi,. beberapa menit setelah gue ganti posisi gue rasa tepat dan nyaman karena makhluk tersebut tidak mengganggu lagi sehingga gue bisa memejamkan mata dengan sedikit tenang walau suara disekitar masih terdengar jelas, termasuk suara orang yang sedang sholawatan di mesjid.. pas mata gue terpejam, entah saat itu mata gue terbuka atau tidak tapi dengan jelas gue lihat gordeng yang menutupi jendela tiba-tiba gerak dengan sendirinya dan membentuk tubuh manusia botak, seolah-olah ada orang dibelakang gordeng tersebut menghampiri gue dan lagi-lagi entah masih dalam keadaan sadar atau tidak gue tahu bahwa gue sedang mengalami erep-erep atau sleep paralysis, seperti biasa dalam keadaan seperti itu rasanya gue seperti ditindih sama makhluk yang guede, jangankan bergerak berteriak saja susahnya minta ampun,. gue mencoba mensadarkan diri dengan mencoba berteriak dan mengucapkan ayat-ayat Allah, tapi sangat sulit. anehnya dalam keadaan seperti itu gue bisa mendengan jelas suara orang yang sedang bersholawat di mesjid, seharusnya dengan suara orang shalawatan sudah bisa menyadarkan gue. Gue tidak berhenti mencoba berteriak dan dalam hati gue mengucapkan kalimat Allah, dan gue mengucapkan kalimat takbir, Allahuakbar,..Allahuakbar,..Allahuakbar, tapi anehnya lagi yang keluar dari mulut gue bukan suara takbir melainkan suara,. eughh,..eughh,..eughhhh,... eughhh,... suara seperti ingin melepaskan jeratan dengan mulut tertutup. lumayan keras juga suara tersebut sehingga umi dan bokap gue pun denger.
Terdengar suara umi dan bokap "itu si olik kenapa,.?" tanya bokap ke umi, "kayaknya ereup-ereup", "bangunkan dia" suruh bokap ke umi. pas umi gue keluar kamar, tiba-tiba dengan sendirinya gue tersadar dan mengucapkan alhamdulillah sambil napas tereungah-eungah,. terdiam gue beberapa saat kemuadian gue tertawa, karena gue heran dengan keanehan yang barusan terjadi, gue sadar gue lagi ketindihan, seharusnya gue bisa bangun atau sadar tapi anehnya gue tidak bisa melakukan hal tersebut, sunggu nyata tapi aneh,...
"kamu baik-baik aja lik ?" suara umi yang sejak tadi berdiri memperhatikan gue saat bangun hingga tertawa.. "hehehe" gue hanya tertawa,. dan umi gue pun kembali ke kamar dengan sedikit bingung terhadap anak bungsunya.. mungkin dalam hati, umi berdoa "mudah-mudah anak saya tidak gila"..hehe
ereup-ereup emang suatu hal yang sangat menyeramkan saat dialami tapi sangat menarik untuk diceritakan.
pesan moral
"Jika ereup-ereup terjadi pada anda nikmatilah karena akan menjadi cerita menarik setelah anda sadar"







